Desa Paya Rengas, Kecamatan Hinai – Sebagai bagian dari upaya untuk memastikan transparansi dan keadilan dalam penyaluran bantuan, Pemerintah Desa Paya Rengas menggelar Musyawarah Dusun (Musdus) yang dilaksanakan di setiap dusun pada tanggal 10 Januari 2025. Musdus ini diselenggarakan untuk menentukan calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan slot777 Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (T.A) 2025.
Pelaksanaan Musdus di masing-masing dusun ini bertujuan sebagai sarana yang memungkinkan masyarakat terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan terkait penetapan penerima BLT-DD. Musdus merupakan bentuk partisipasi aktif warga desa dalam menentukan siapa saja yang berhak menerima bantuan, sesuai dengan kriteria yang telah disepakati bersama.
Kepala Desa Paya Rengas, Sartiman, menekankan bahwa Musdus adalah sarana untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam setiap keputusan yang diambil di Desa. “Musdus adalah bagian dari proses demokrasi di tingkat dusun, yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam penentuan penerima BLT-DD. Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini tepat sasaran dan dapat memberikan manfaat langsung kepada yang membutuhkan,” ungkap Sartiman.
Terkait anggaran yang tersedia, untuk BLT-DD T.A 2025, Pemerintah Desa Paya Rengas mengalokasikan dana sebesar maksimal 15% dari total pagu Dana Desa yang berjumlah Rp1.047.461.000,-. Dengan demikian, besaran dana yang dialokasikan untuk BLT-DD tahun ini mencapai Rp154.800.000,-. Anggaran ini sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes) No. 2 Tahun 2024 serta Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 108 Tahun 2024, yang mengharuskan alokasi maksimal 15% dari Dana Desa untuk bantuan langsung tunai bagi masyarakat yang membutuhkan.
Musdus kali ini juga membahas berbagai kriteria penerima BLT-DD, yang mencakup warga miskin, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta mereka yang terdampak oleh kondisi ekonomi yang sulit. Setiap dusun memfasilitasi musyawarah dengan melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat dan perangkat desa, untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil mencerminkan kebutuhan warga yang sesungguhnya.
Hasil dari Musdus ini akan dibahas dan diputuskan lebih lanjut dalam Forum Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) yang rencananya akan dilaksanakan pada minggu depan. Forum ini akan menjadi wadah finalisasi dan penetapan daftar nama KPM BLT-DD T.A 2025 yang akan diteruskan ke pihak berwenang untuk dilakukan verifikasi lebih lanjut.
“Partisipasi masyarakat dalam Musdus sangat kami hargai karena ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Kami berharap dengan alokasi anggaran yang cukup besar ini, masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat menerima manfaat yang maksimal,” tambah Sartiman.
Pelaksanaan Musdus ini menjadi langkah awal dalam rangkaian penyaluran BLT-DD Desa Paya Rengas, yang diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan dukungan di masa yang penuh tantangan ini.
Desa Paya Rengas, Kecamatan Hinai – Sebagai bagian dari upaya untuk memastikan transparansi dan keadilan dalam penyaluran bantuan, Pemerintah Desa Paya Rengas menggelar Musyawarah Dusun (Musdus) yang dilaksanakan di setiap dusun pada tanggal 10 Januari 2025. Musdus ini diselenggarakan untuk menentukan calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (T.A) 2025.
Pelaksanaan Musdus di masing-masing dusun ini bertujuan sebagai sarana yang memungkinkan masyarakat terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan terkait penetapan penerima BLT-DD. Musdus merupakan bentuk partisipasi aktif warga desa dalam menentukan siapa saja yang berhak menerima bantuan, sesuai dengan kriteria yang telah disepakati bersama.
Kepala Desa Paya Rengas, Sartiman, menekankan bahwa Musdus adalah sarana untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam setiap keputusan yang diambil di Desa. “Musdus adalah bagian dari proses demokrasi di tingkat dusun, yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam penentuan penerima BLT-DD. Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini tepat sasaran dan dapat memberikan manfaat langsung kepada yang membutuhkan,” ungkap Sartiman.
Terkait anggaran yang tersedia, untuk BLT-DD T.A 2025, Pemerintah Desa Paya Rengas mengalokasikan dana sebesar maksimal 15% dari total pagu Dana Desa yang berjumlah Rp1.047.461.000,-. Dengan demikian, besaran dana yang dialokasikan untuk BLT-DD tahun ini mencapai Rp154.800.000,-. Anggaran ini sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes) No. 2 Tahun 2024 serta Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 108 Tahun 2024, yang mengharuskan alokasi maksimal 15% dari Dana Desa untuk bantuan langsung tunai bagi masyarakat yang membutuhkan.
Musdus kali ini juga membahas berbagai kriteria penerima BLT-DD, yang mencakup warga miskin, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta mereka yang terdampak oleh kondisi ekonomi yang sulit. Setiap dusun memfasilitasi musyawarah dengan melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat dan perangkat desa, untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil mencerminkan kebutuhan warga yang sesungguhnya.
Hasil dari Musdus ini akan dibahas dan diputuskan lebih lanjut dalam Forum Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) yang rencananya akan dilaksanakan pada minggu depan. Forum ini akan menjadi wadah finalisasi dan penetapan daftar nama KPM BLT-DD T.A 2025 yang akan diteruskan ke pihak berwenang untuk dilakukan verifikasi lebih lanjut.
“Partisipasi masyarakat dalam Musdus sangat kami hargai karena ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Kami berharap dengan alokasi anggaran yang cukup besar ini, masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat menerima manfaat yang maksimal,” tambah Sartiman.
Pelaksanaan Musdus ini menjadi langkah awal dalam rangkaian penyaluran BLT-DD Desa Paya Rengas, yang diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan dukungan di masa yang penuh tantangan ini.